Sebuah Doa yang Ter-ijabah

Beberapa minggu yang lalu, saya dan satu orang teman sesama takmir di mushola dusun kami, rasan-rasan. Saat itu kami sedang berada di mushola untuk menata mesin pengeras suara. Satu set soundsystem yang tadinya kami taruh di atas meja, kami rapikan di dalam lemari yang sudah selesai dipesan.

“Mas, saya ini prihatin je melihat shaf sholat di mushola kita. Maju mundur nggak karuan, meliuk-liuk kayak ular.” Keluhku pada Mas Adi.

“Iya Mas, padahal Nabi menyuruh kita untuk meluruskan shaf Nggih, Mas?”

Ngih Mas. Tapi kita nggak bisa menyalahkan jamaah. Karpet kita ini yang memang terlalu pendek. Belum lagi kalau ada jamaah yang postur tubuhnya memang tinggi. Ia tentu dilema. Mau lurus tapi nyundul depan. Mau sedikit ke belakang tapi shafnya jadi nggak lurus.” Saya menambahi percakapan.

“Nggih, Mas”. Jawab Mas Adi.

Kondisi karpet di mushola kami masih menggunakan model yang lama. Karpet hijau gambar masjid berkotak-kotak seperti sajadah. Ukuran lebarnya hanya sekitar 1 meteran. Selain ukurannya yang pendek, karpet yang sudah agak lama juga teksturnya semakin keras. Membuat kami kurang nyaman saat melakukan sujud.

“Mas, pripun nggih, saumpama kita melakukan penggalangan dana. Kita tawarkan pada jamaah untuk bersama-sama patungan membeli karpet yang lebih lebar dan lebih empuk. Kalau bisa sebelum puasa kita sudah ganti karpet. Saya tak ikut urun walau hanya beberapa meter.” Saya menawarkan opsi untuk megadakan penggalangan dana.

Sudah agak lama saya prihatin dengan kondisi ini. Namun jika melihat kondisi kas mushola, kayaknya belum cukup untuk membeli karpet tersebut.

“Ayo Mas, mudah-mudahan sebelum puasa ini bisa terealisasi”. Pak Adi mendukung usulan saya.

Diskusi ini saya tindak lanjuti dengan menanyakan harga pada teman yang memiliki info tentang harga karpet. Saya mendapati info 3 opsi harga karpet per meternya di toko karpet Magelang; 135 ribu, 250 ribu dan 450 ribu. Melihat harga yang lumayan ini, saya sedikit pesimis. Ya sudah lah mungkin Ramadan tahun depan baru bisa menggunakannya.

Beberapa hari setelah itu, ketika saya hendak melakukan sholat magrib, saya melihat empat baris karpet yang saya impikan sudah tertata rapi di mushola. Ya Allah… rasa bahagia itu membucah. Saya tidak tahu ini doa saya yang ter-ijabah atau bukan. Tapi saya sangat bahagia. Alhamdulillah. Terimakasih Ya Allah.

Saya menanyakan kepada ketua takmir akan karpet ini, ternyata karpet ini infaq dari seorang jamaah yang kesehariannya bekerja di Jakarta.

Karena karpet yang baru masih kurang satu baris, maka takmir mushola membelikan 1 baris karpet dengan harga sekitar 2,6 juta dari uang donasi beberapa jamaah yang terkumpul.

Alhamdulillah, Ramadan 1440 H ini kami dapat melaksanakan jamaah dengan shaf yang lurus di atas karpet yang empuk.

Terimakasih Ya Allah. Tidak ada yang kebetulan, karena semua adalah rencana-Mu. Sungguh engkau Maha Mengabulkan Doa. Semoga kami lebih krasan berlama-lama sujud kepada-Mu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s