Ketika Motorku Sakit

Motor Setelah Diservis

“Totalnya berapa, Mbak?” Saya bertanya kepada bagian pembayaran.

“450 ribu, Mas.”

Segera saya menyelesaikan pembayaran dan beringsut menghampiri motor yang sudah terparkir di halaman bengkel.

Beberapa jam yang lalu, seorang teknisi bengkel tersebut menelpon saya.

“Selamat siang, Pak, benar ini dengan Pak Lisin?” Sang teknisi membuka percakapan.

“Iya, Mas.” Saya menjawab sembari menyelesaikan tugas-tugas kantor.

“Begini, Pak. Ini suara kasar mesin Bapak bersumber dari rantai kamprat yang sudah aus. Apakah boleh kami ganti?” Mas teknisi menjelaskan ikhwal kerusakan motor saya.

“Ya, Mas. Diganti saja!”.

“Ini juga olinya kering, Pak. Nanti sekalian kami cek, apakah perlu turun mesin atau tidak.” Sambung teknisi.

“Oke. Oh ya, Mas jangan lupa sekalian ganti lampu indikator bahan bakarnya nggih, Mas!”

“Baik, Pak.”  Pagi ini sengaja saya ijin sebentar untuk memasukkan motor ke bengkel.

Tadi pagi ketika saya berangkat ke kantor tiba-tiba motor menderum kencang dan mesin tidak bergerak sama sekali. Setelah saya matikan dan hidupkan kembali, dari dalam mesin terdengar suara “tek-tek-tek” yang mengganggu.

Karena saya memang tidak mau mengerti tentang mesin, segera kondisi itu saya bawa ke bengkel ahass yang paling dekat dengan kantor. Pertimbangannya saya bisa menaruh motor dan kembali ke kantor untuk bekerja. Nanti sore sepulang kerja, baru saya ambil.

***

Motor saya sudah terparkir di sisi barat halaman bengkel. Kondisinya sudah lebih bersih. Memang jika kita servis motor di bengkel ini akan mendapat bonus cuci motor meskipun tidak sebersih di tempat pencucian motor khusus.

Kunci motor saya masukan ke lubangnya. Saya tekan tombol star di bagian kanan stang sepeda motor. “Tek-tek-tek”. Suara itu masih melekat di mesin. Seperti tadi pagi. Saya kecewa dan menanyakan kepada salah satu teknisi yang ada di bagian pendaftar.

“Maaf, Mas. Ini suara mesin kok tidak berubah, nggih? Masih bunyi seperti tadi”. 

“Oh itu karena mesin motor Bapak kehabisan oli sehingga sehernya yang kena, Pak. Itu harus turun mesin lama pengerjaan antara 3 hari sampai seminggu. Biayanya sekitar 600 ribu kalau seher saja. Sedangkan kalau dengan stang seher bisa sampai satu juta dua ratusan. Karena seher kami kosong, untuk pemesanan sekitar seminggu sampai dua minggu”. Jelas teknisi.

Saya kecewa. Kenapa penjelasan ini tidak disampaiakn tadi di telpon. Kenapa kalau sumber suara kasar dari seher, kenapa harus ganti rantai kamprat dll yang biayanya tidak sedikit?

Kekecewaan saya bertambah ketika melihat lampu indikator bahan bakar yang tidak diganti. Belum lagi sampai rumah terlihat ada oli yang menetes. Ternyata sel bagian bawah motor tidak rapat. Satu lagi, di nota pembayaran yang tidak tertata baik, ternyata ada nama orang dan alamat orang lain yang muncul di salah satu lembar nota pembelian sperpart.

Sebenarnya rasa tidak puas terhadap bengkel ini sudah terulang beberapa kali, dulu pernah ketika selesai ganti rantai motor, begitu motor saya gunakan sampai di gerbang keluar bengkel, rantai baru tersebut lepas. Pernah juga ketika dulu terdapat kerusakan di bagian starter. Seminggu setelah saya servis, mati lagi. 

Namun, karena bengkel khusus sepeda motor honda itu berada dekat dengan kantor, maka saya kembali menggunakannya. Hingga pada kasus terakhir ini saya kapok. Dan memutuskan untuk beralih bengkel lain dalam mengganti seher yang rusak.

Saya mencoba menanyakan penggantian seher ini ke bengkel lain di daerah Magelang Utara, namun bengkel tersebut juga tidak mempunyai stock seher, dan pemesanannya memakan waktu sekitat 2 bulan. Waduh. Saya tidak bisa menunggu selama itu. Kata saya dalam hati.

Sampai akhirnya saya menemukan bengkel Ahass di daerah Poncol. Bengkel ini bernama Intimotor.

“Selamat siang, Mbak. Motor saya kena di bagian sehernya. Apakah bisa saya ganti di sini?” Tanya saya pada mbak-mbak bagian pendaftaran.

“Siang, Mas. Bisa, Mas. Namun untuk sperpart silakan tanya dulu di bagian suku cadang!” Jawab mbaknya.

Saya semakin mantap untuk memperbaiki motor saya di bengkel ini ketika mendapat jawaban bahwa sparepart akan segera diusahakan. Dia juga mengatakan kalau seandainya barang kosong akan mencarikannya di sesama bengkel Ahass. Tanpa berpikir panjang, motor saya tinggal di bengkel untuk segera dilakukan perbaikan.

Empat hari setelahnya, sebuah pesan whatsapp datang dari inti motor yang memberitahukan bahwa motor saya sudah selesai diperbaiki. Biaya perbaikan sebesar 623 ribu rupiah sudah termasuk ganti lampu indikator bahan bakar, ganti lampu kota ganti busi dan ganti filter udara. 

Bagi saya ini cukup memuaskan. Nota yang diberikanpun tertulis jelas pengeluaran biaya jasa dan spapepart yang digunakannya. Di nota juga tertulis kapan harus melakukan servis ataupun ganti oli selanjutnya. 

Seminggu setelah motor, saya ambil, motor kembali saya bawa ke bengkel untuk cek kondisi mesin setelah dipakai. Dan hasilnya kondisinya cukup baik. Penggantian seher ini juga bergaransi selama satu bulan. 

Saya akui, kalau selama ini saya cenderung abai terhadap kondisi sepeda motor saya. Terkadang sampai telat ganti oli dan lain sebagainya. Dengan kejadian ini saya menyimpulkan bahwa layaknya manusia, kendaraanpun juga harus diperhatikan kondisinya. Saya akan mencoba untuk lebih perhatian kepada motor saya :).

Saya juga mendapat pengalaman memilih bengkel yang baik untuk melakukan servis maupun ganti oli secara rutin.

Selain itu, selama motor diservis saya harus pergi ke kantor dengan naik bus. Dan saya mendapatkan pegalaman bahwa ngebis itu juga menyenangkan. Dan keluarlah ide untuk sesekali naik bus saat berangkat dan pulang kerja.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s