Butuh atau Tidak?

Beberapa kali saya kondangan ke pernikahan saudara atau teman dan mendapat sebuah souvenir. Souvenir itu saya terima dan ternyata sampai sekarang masih tergeletak tidak tersentuh lagi.

Di lain waktu, istri saya juga membeli barang di sebuah toko online. Ia membeli karena tergiur diskon yang ditawarkan. Dan sampai sekarang barang tersebut nyaris tidak terpakai.

Di kesempatan lain, saya juga mendapat beberapa kaos kegiatan. Kaos tersebut cuma dipakai beberapa kali dan menumpuk di lemari.

Dari beberapa hal di atas, saya bertanya dalam hati, sebenarnya kita ini BUTUH atau TIDAK sih, pada benda-benda tersebut? Jikalau pada akhirnya benda-benda tersebut hanya tergeletak memenuhi ruang-ruang terbatas di dalam rumah kita, mengapa kita harus mengambilnya?

Mungkin sudah lazim pada diri kita jika ada penawaran-penawaran yang seolah-olah menguntungkan, apalagi itu cuma-cuma, kita akan menerimanya tanpa berfikir lagi bahwa kita membutuhkannya atau tidak.

Padahal jika kita mau memikirkan hal yang ‘sepele’ tersebut, manfaatnya bisa dirasakan oleh orang yang lebih membutuhkan.

Misalnya begini, kita mendapat kaos dari sebuah kegiatan. Padahal sebenarnya kita tidak membutuhkannya. Kaos yang ada di almari masih cukup untuk dipakai untuk kegiatan sehari-hari. Karena tidak butuh, maka kaos kegiatan tersebut bisa kita berikan kepada teman, saudara atau orang lain yang membutuhkan.

Kita juga bisa memilih untuk tidak mengambilnya. Barang-barang tersebut mungkin bisa lebih bermanfaat untuk orang lain yang mengambilnya.

Pun begitu dengan penawaran-penawaran baik di toko online ataupun minimarket, sebelum kita membelinya, alangkah baiknya kita bertanya pada diri sendiri : BUTUH atau TIDAK?

Saya jadi teringat pesan Nuseir Yassin (NAS DAILY.) dalam salah satu videonya yang kurang lebih begini sebelum menentukan pilihan untuk memiliki atau membeli sesuatu, tanyakan pada diri sendiri minimal 5 kali : BUTUH atau TIDAK?

Jika tidak butuh, ya sudah tinggalkan saja. Meskipun itu GRATIS.

Catatan Pertama 2018

Selamat siang. Rasanya kangen juga ya, sudah lama tidak menulis. Ini adalah catatan pertama di blog saya yang baru ini. Dengan berbagai pertimbangan, blog saya yang dulu (lisin.id) sudah tidak saya perpanjang lagi, dan saya kembali menggunakan platform blog gratisan dari wordpress.com.

Alasan yang pertama karena penyedia jasa domain dan hosting yang tempo hari saya gunakan untuk menampung lisin.id semakin tidak beres. Beberapa keluhan saya tidak mendapat tanggapan yang berarti. Ketika tiba masa perpanjangan, setelah semua file saya backup, saya memantapkan hati untuk tidak memperpanjangnya lagi.

Baca lebih lanjut