Hari Bumi 2019 dan Sebuah Janji untuk Diri Sendiri

Tanggal 22 April diperingati sebagai Hari Bumi Internasional, tak terkecuali tahun 2019 ini. Di hari ini, beberapa komunitas pemerhati lingkungan mengajak kita untuk lebih peduli terhadap bumi tempat kita tinggal. Kelestarian alam menjadi tanggung jawab kita bersama.

Alam telah memberikan segala kebutuhan untuk kita hidup. Sudah seyogyanya kita merawat juga menjaga keseimbangan alam tersebut. Namun tidak dipungkiri, yang terjadi saat ini, alam kian rusak. Pencemaran terjadi di mana-mana. Sampah plastik semakin menggunung, mencemari selokan-selokan, sungai bahkan laut kita. Tak heran jika beberapa hari lalu kita mendengar berita yang menyedihkan: beberapa ikan paus mati dengan menelan sampah plastik. Jika tidak diantisipasi, keadaan ini semakin hari akan semakin parah. Dan yang akan merasakan akibatnya, tentunya kita dan generasi yang akan datang.

Baca lebih lanjut
Iklan

HP Tertinggal di Kereta Api

Di tepinya sungai Serayu. Waktu fajar menyingsing. Pelangi merona warnanya. Nyiur melambai-lambai. Warna air sungai nan jernih. Beralun berkilauan. Desir angin lemah gemulai. Aman tentram dan damai. Gunung Slamet nan agung. Tampak jauh disana. Bagai sumber kemakmuran. Serta kencana. Indah murni alam semesta. Tepi sungai Serayu. Sungai pujaan bapak tani. Penghibur hati rindu.

Lagu keroncong karya R.Soetedjo terdengar indah dari pengeras suara di Stasiun Kereta Api Purwokerto. Lagu berjudul “Di Tepinya Sungai Serayu” ini berkali-kali diputar, membawa suasana seolah-olah kembali ke beberapa puluh tahun silam. Kerinduan seseorang saat meninggalkan yang tercinta, atau sebaliknya suasana hati berdebar-debar ketika akan bertemu dengan kekasih yang telah lama dinanti. Lagu yang syahdu, menentramkan hati.

Baca lebih lanjut

Belajar dari Sandal

img_20180709_135706913512830.jpg

Dua hari yang lalu sandal kesayangan saya putus. Setelah tiga tahun menemani, sandal warna hitam hadiah ulang tahun dari istri saya ini terpaksa harus saya lempar ke tempat sampah. Padahal masih sayang (cie…).

Bagaimana tidak? Sandal ini selalu saya pakai setiap saat, baik di rumah, di kantor, saat berangkat ke masjid, saat kondangan, saat mengikuti seminar dan di acara-acara yang lain. Nggak peduli dengan ucapan teman “Kondangan kok sandal cepitan“.

Sandal jepit merek eig*r ini dibeli di toko outdoor adventure di daerah Temanggung. Sebelumnya, saya tidak pernah menggunakan sandal semacam ini dan lebih memilih menggunakan sandal jepit hijau merek swall*w. Selain murah, sandal sejuta umat ini ringan dan nyaman di kaki. Namun setelah beberapa kali sandal saya tertukar dengan sandal milik orang lain (padalah sudah dikasih tanda juga), yang mengakibatkan saya harus nyeker pulang ke rumah, akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan sandal dengan jenis yang lain.

Baca lebih lanjut

Catatan Pertama 2018

Selamat siang. Rasanya kangen juga ya, sudah lama tidak menulis. Ini adalah catatan pertama di blog saya yang baru ini. Dengan berbagai pertimbangan, blog saya yang dulu (lisin.id) sudah tidak saya perpanjang lagi, dan saya kembali menggunakan platform blog gratisan dari wordpress.com.

Alasan yang pertama karena penyedia jasa domain dan hosting yang tempo hari saya gunakan untuk menampung lisin.id semakin tidak beres. Beberapa keluhan saya tidak mendapat tanggapan yang berarti. Ketika tiba masa perpanjangan, setelah semua file saya backup, saya memantapkan hati untuk tidak memperpanjangnya lagi.

Baca lebih lanjut